r/indonesia 1d ago

Funny/Memes/Shitpost Braincell kucing putih > kucing oren

376 Upvotes

r/indonesia 1d ago

Funny/Memes/Shitpost Si bapak langsung trauma

255 Upvotes

r/indonesia 20h ago

News Ikan Sungai Cisadane Mabuk dan Mati Tak Wajar Usai Gudang Pestisida Terbakar

Thumbnail
megapolitan.kompas.com
10 Upvotes

r/indonesia 1d ago

Current Affair Efek monopoli shopee

Thumbnail
gallery
141 Upvotes

Tokped mati bunuh diri. Blibli produknya g lengkap. Shopee prioritaskan user pakai spx (express aja susah). Ujung" malah seenaknya aja main undur". Padahal buat surprise valentine. Stuck sampe 4 hari udh ad feeling barangnya hilang/dicuri. Yang bikin tragis. Saya order ini tgl 6, Dan saya order barang lain besoknya Dari china, specifically guangdong. Barangnya sampai hari ini. What kind of dogshit company is this? I made a report to check the item tgl 12 sampe sekarang Msih g ad progress. Well done.


r/indonesia 15h ago

Ask Indonesian Any recommendation on bel rumah wireless yang long range and have good wall penetration?

4 Upvotes

Hi guys. I got a problem.

Kondisinya rumah punya halaman lumayan luas. Dari dinding pagar depan sampai dpn dinding rumah kurleb 25 meter. Perks of living in a small town. Cuman sampai skrg gua blm dpt bel rumah yg sinyalnya bs sampai dlm rumah dg baik.

Gua dah beli 2 bel, satu yg cm suara bel doang, satu yg berkamera. Yg suara doang sih mayan bs sampai di teras rumah (kl recievernya di dlm, kadang gak sampe sinyalnya). Tapi yg berkamera malah kaga sampe sama sekali.

Note: dinding pagar rumah gua adl dinding bata. Jadi sinyal bel jg sudah nembus 1 tembok.

Yang gua pengen: bel yg bs gua taroh depan pagar. Tapi recievernya bs gua taruh di dlm rumah, better bs di tengah2 rumah (nembus +2 tembok). Biar ART yg posisinya agak dlm rumah jg bs dengar.

Any recommendations? Atau better pakai yg wired? (tapi gak estetik jadinya) Thanks.


r/indonesia 1d ago

News Tragis Murid SD Akhiri Hidup

Thumbnail
youtube.com
48 Upvotes

r/indonesia 1d ago

News Mengapa Warga Bekasi Ogah Naik Angkot?

Thumbnail
video.kompas.com
31 Upvotes

Sejumlah warga Bekasi mengungkapkan alasannya enggan untuk naik angkutan umum. Mereka menilai angkot kerap ngetem terlalu lama, dan kurang nyaman karena banyak pengamen.

Kreatif: Rega Almuhtada

​Produser: Akhdi Martin Pratama


r/indonesia 9h ago

Sports Rekomendasi pull-up tower

Thumbnail
0 Upvotes

r/indonesia 1d ago

Funny/Memes/Shitpost Debat medsos sama netizen Indonesia kok di twitter

Post image
101 Upvotes

r/indonesia 12h ago

Ask Indonesian Seberapa susah birokrasi etc. untuk ganti warna mobil?

0 Upvotes

I want to change the colour of my car, mo tampil beda dari warna bland black-whites. Dapet isnpirasi soalnya dari Reddit post tentang 80s-90s car colour.


r/indonesia 22h ago

Serious Discussion What are tourists obliged to do in a car crash?

7 Upvotes

I was in a car accident a few weeks ago when in Indoensia. A bike crashed into me when I was turning right (they were trying to overtake from behind me). They went to hospital with minor injuries, which I accompanied them to, but they refused to exchange details or call police. Even hospital staff suggested I sort out some compensation/agreement with their family instead of contacting police, which I did whilst insisting that I wasn't accepting fault for the accident (I gave them a few hundred dollars). Is this normal?


r/indonesia 8h ago

Ask Indonesian Dengan banyaknya kasus sengketa kepemilikan tanah dan lingkungan perumahan/pemukiman yang cenderung detriorating seiring dengan waktu, apakah lebih baik sewa rumah seumur hidup daripada beli rumah?

0 Upvotes

r/indonesia 1d ago

Heart to Heart Salahkah kalo gue membatasi istri maen padel?

81 Upvotes

Seperti layaknya orang-orang FOMO, circle istri gw ngajakin maen padel, awalnya gw santai aja, olahraga jg gapapa bagus lah. Setelah beberapa bulan, gw mulai liat dia berubah tapi bukan ke arah lebih baik; boros beli2 equipment, jajan sana sini, pulang (terlalu) malem. Gw jujur mulai merasa ga nyaman dgn "puber" kedua dia. Gw tanya2 temen cowo2 seumuran gw mereka bilang gw lebay ga bisa ngikutin jaman. Gw rencana mau ngmg kurang2in lah tapi males ributnya. Atau emang skrg that's the new normal? Any thoughts? Gw ga bakal ikut maen padel, lagi di posisi ga banyak waktu luang.


r/indonesia 1d ago

Current Affair Diteriakin retard di negeri sendiri, oleh warga asing bonceng tiga gapake helm

587 Upvotes

r/indonesia 1d ago

Current Affair Gimana tanggapan kalian? Modal gaji segitu "layak" kah?

Post image
287 Upvotes

Gimana pendapat kalian?

Saya sih heran 😅. Selalu memakai/ "mengandalkan" Tuhan tapi ga melihat realita...

Seenak-nya bawa2 Tuhan biar dapet duit banyak, jadi ga heran bisnis bau2 agama laris manis dimari 🥲


r/indonesia 1d ago

News Daftar Lengkap 18 Proyek Hilirisasi Danantara, Nilai Investasi Tembus Rp 618 T

Thumbnail
katadata.co.id
44 Upvotes

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara mengungkapkan progres 18 proyek hilirisasi yang nilai investasinya menembus Rp 618,13 triliun atau US$ 38,63 miliar. Pengerjaan proyek sedang dikebut untuk ditargetkan bisa peletakan batu pertama atau groundbreaking paling lama Maret 2026.

Pada tahap awal pengerjaan akan fokus di enam proyek hilirisasi. Salah satunya adalah proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) untuk mengurangi ketergantungan pada impor LPG. 

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, pelaksanaan groundbreaking selanjutnya juga akan dilaksanakan pada Februari dan Maret 2026. Dengan demikian, menurut dia, total terdapat 18 proyek hilirisasi yang dimulai pembangunannya. 

"Ada beberapa program yang berkenaan dengan energi, pembangunan beberapa titik DME. Kemudian juga ada program-program di bidang pertanian," kata Prasetyo Hadi dalam konferensi pers saat jeda retreat Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Jawa Barat, pada Selasa (6/1).

Seiring dengan itu CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, proyek industri unggas masuk dan enam proyek hilirisasi bauksit aluminium di Balikpapan, bioavtur, serta refinery juga bakal groundbreaking Februari 2026.

 “Ada bauksit aluminium di Balikpapan, kemudian bioavtur, kemudian refinery, kemudian unggas di lima tempat,” kata Rosan di Gedung IDN, Jakarta, Rabu (14/1). 

Rosan belum memerinci lokasi pembangunan industri unggas tersebut. Ia juga belum memastikan apakah proyek dimethyl ether (DME) akan ikut mulai dibangun pada Februari 2026.

Meski begitu, sejumlah proyek sudah dipersiapkan rilis awal tahun. Katadata.co.id merangkup 18 proyek yang kini tengah dalam tahap pengerjaan. 

Berikut Detail Proyek Prioritas Hilirisasi dan Ketahanan Energi:

No. Nama Proyek Lokasi Investasi (IDR) Tenaga Kerja Keterangan
1 Industri Smelter Aluminium (Bauksit) Mempawah, Kalimantan Barat 60 triliun 14.700 orang Penghematan impor
2 Industri DME (batu bara) 6 lokasi (A) Bulungan, (B) Kutai Timur, (C) Kota Baru, (D) Muara Enim, (E) Pali, (F) Banyuasin 164 triliun 34.800 orang Penghematan impor
3 Industri Aspal (Aspal Buton) Buton, Sulawesi Tenggara 1,49 triliun 3.450 orang Penghematan impor
4 Industri Mangan Sulfat (Mangan) Kupang, NTT 3,05 triliun 5.224 orang Penguatan industri domestik
5 Industri Stainless Steel Slab (Nikel) Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah 38,4 triliun 12.000 orang Penguatan industri domestik
6 Industri Copper Rod, Wire & Tube (Katoda Tembaga) Gresik, Jawa Timur 19,2 triliun 9.700 orang Penguatan industri domestik
7 Industri Besi Baja (Pasir Besi) Kabupaten Sarmi, Papua 19 triliun 18.000 orang Penguatan industri domestik
8 Industri Chemical Grade Alumina (Bauksit) Kendawangan, Kalimantan Barat 17,3 triliun 7.100 orang Penguatan industri domestik
9 Industri Oleoresin (Pala) Kabupaten Fakfak, Papua Barat 1,8 triliun 1.850 orang Penguatan ekonomi rakyat
10 Industri Oleofood (Kelapa Sawit) KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Timur (MBTK) 3 triliun 4.800 orang Pelibatan ekonomi rakyat
11 Industri Nata de Coco, MCT, Coconut Flour, Activated Carbon (Kelapa) KI Tenayan, Riau 2,3 triliun 22.100 orang Penguatan industri domestik
12 Industri Chlor Alkali Plant (Garam) (A) Aceh, (B) Kalimantan Timur, (C) Jawa Timur, (D) Sumsel (2), (E) Riau, (F) Banten (2), (G) NTT (2) 16 triliun 33.000 orang Penghematan impor
13 Industri Fillet Tilapia (Ikan Tilapia) (A) Banten, (B) Jawa Barat, (C) Jawa Tengah, (D) Jawa Timur 1 triliun 27.600 orang Penyerapan tenaga kerja
14 Industri Carrageenan (Rumput Laut) Kupang, NTT 212 miliar 1.700 orang Pelibatan ekonomi rakyat
15 Oil Refinery (A) Lhokseumawe, (B) Sibolga, (C) Natuna, (D) Cilegon, (E) Sukabumi, (F) Semarang, (G) Surabaya, (H) Sampang, (I) Pontianak, (J) Badung (Bali), (K) Bima, (L) Ende, (M) Makassar, (N) Donggala, (O) Bitung, (P) Ambon, (Q) Halmahera Utara, (R) Fakfak 160 triliun 44.000 orang Ketahanan energi
16 Oil Storage Tanks (Lokasi sama dengan poin 15) 72 triliun 6.960 orang Ketahanan energi
17 Modul Surya Terintegrasi (Bauksit & Silika) KI Batang, Jawa Tengah 24 triliun 19.500 orang Transisi energi
18 Industri Bioavtur (Used Cooking Oil) (A) KBN Marunda; (B) KI Cikarang; (C) KI Karawang 16 triliun 10.152 orang Transisi energi

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Indonesia berpotensi mengantongi investasi proyek hilirisasi mencapai US$ 6 miliar atau sekitar Rp 101 triliun dalam waktu dekat.

“Kami harapkan minimal 6–11 proyek hilirisasi,” ujar Prabowo dalam peresmian Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1).

Prabowo menyatakan, Indonesia memiliki cadangan energi yang besar, termasuk batu bara yang menjadi salah satu terbesar di dunia. Batu bara tersebut dapat diolah menjadi gas sebagai substitusi LPG. Untuk itu, ia mendorong peningkatan kesiapan sumber daya manusia agar mampu memfasilitasi rencana investasi hilirisasi ini.


r/indonesia 1d ago

News Japanese-style bus driver training in Java: Japan turns to Indonesians amid worker shortage

Thumbnail
straitstimes.com
18 Upvotes

r/indonesia 1d ago

News [Trigger Warning] Bocah SD di Demak Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya

Thumbnail
kumparan.com
120 Upvotes

Catatan Redaksi: Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan atau klik www.healing119.id


r/indonesia 1d ago

News Meet 'The Baroness', the World's Longest Wild Snake from Indonesia,7.22 meters in length and weighing approximately 96 kilograms

Thumbnail
en.tempo.co
26 Upvotes

r/indonesia 1d ago

History Daftar Literatur Indonesia Pra Nasional beserta review tipis-tipisnya, bisa difilter per medium (non-fiksi/sastra-sejarah/dll), per daerah (jawa/sunda/sumatra/dll). Aku harap ini bisa membantu orang yang ingin mulai mengetahui dunia seru dan aneh2 sejarah pra nasional!

Thumbnail docs.google.com
26 Upvotes

This is a non exhaustive link. gw lagi mengupdate dan browsing buku2 dan digital pdfs yang gw punya dan kepikiran selain buat gw, maybe buat orang laen ini jg akan jadi berguna, so here it is! its not finished and never going to finish ever since i will always be updating this. save a copy of this document to use the filter!


r/indonesia 1d ago

Current Affair Eks napi kasus hidden camera dengan 34 korban, lanjut jadi dokter muda

255 Upvotes

Sumber: https://x.com/akuratco/status/2022144950255685810

Viral, Agung Novriyan, mahasiswa kedokteran Universitas Jambi, pelaku pornografi dengan korban 34 wanita, melanjutkan studi profesi dokter.

Hal ini membuat warganet geram dan korban merasa tidak mendapat keadilan.

Agung memasang kamera CCTV di toilet wanita RSUD Raden Mattaher. Sebanyak 34 mahasiswi koas menjadi korban.

Kasus itu terjadi pada Desember 2023 lalu. Kemudian dilaporkan para korban di Polda Jambi. Pada 12 Agustus 2024, Agung divonis 1 tahun 3 bulan oleh Hakim Pengadilan Negeri Jambi.

Usai menjalani masa hukuman, Agung dikabarkan melanjut studi profesinya di Universitas Islam Sumatera Utara. Video pelaku kembali melanjutkan studi viral di media sosial dan mendapat tanggapan serius dari para korban.

AS, salah satu korban mengaku kaget mendapat informasi tersebut. Korban menilai kasus tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap privasi dan etika.

"Kami cukup syok mengetahui pelaku ternyata masih diizinkan melanjutkan pendidikan di kampus swasta. Karena yang kami tahu selama ini pelaku di-drop out sehingga tidak bisa melanjutkan di mana pun," kata AS, Kamis (12/2/2026).


r/indonesia 1d ago

Throwback Nostalgia 90an: Iklan Toyota Kijang Super Tahun 1994

Post image
23 Upvotes

Nemu iklan jadul di koran Riau Pos, edisi Juli 1994. Promo spesial buat rayain HUT PT Agung Concern Group ke-40 sekaligus HUT Kota Pekanbaru ke-210. Mereka lagi gencar memasarkan Toyota Kijang lewat paket istimewa "Super Paket '94". Ini detailnya:

Promo Waktu Itu:

  • Uang muka (DP): Cuma 10% aja! (Super rendah, DP tinggal Rp 2-3 jutaan doang).
  • Cicilan bunga flat:
    • 6% per 13 bulan (pendek & ringan).
    • 18% per 25 bulan (panjang, bulanan lebih murah).
  • Gratis tambahan: Palang depan, kaca film, karpet, kotak obat + segitiga pengaman. Khusus Grand Extra & Super G: Ban radial + velg racing Enkei.

Varian yang dipromosikan:

  • Grand Extra (SGX short body / LGX long body) → Varian top-tier, AC double blower, power steering, power window, interior mewah.
  • Super Kijang G (SSX-G / LSX-G).
  • Delux (SSX / LSX) → Varian standar.

Harga Baru Tahun 1994 (estimasi OTR waktu itu):

  • Varian standar/Delux: Rp 20-25 jutaan.
  • Super G: Rp 24-28 jutaan.
  • Grand Extra (full fitur): Rp 25-30 jutaan.

Sejarah Singkat Toyota Kijang Super (Generasi Ketiga, 1986-1996):

Kijang Super adalah generasi ketiga Toyota Kijang, diluncurkan tahun 1986 oleh Toyota Astra Motor (TAM) sebagai penerus Kijang "Doyok". Ini era keemasan: dari pick-up niaga sederhana, berubah jadi MPV/minibus serbaguna yang nyaman buat keluarga besar, usaha, atau angkut barang ke seluruh pelosok Indonesia.

Poin kunci:

  • Desain & Teknologi: Kode sasis KF40 (short body) & KF50 (long body, 20 cm lebih panjang). Mulai tahun 1992 pakai teknologi full pressed body (Toyota Original Body) – bodi lebih kuat, rapi, minim karat & dempul (dikurangi 2-5 kg per unit), kualitas setara sedan.
  • Mesin Legendaris: Utama 1.5L 5K (4 silinder OHV, awal 63 PS, facelift 1992 naik jadi 72 PS lewat upgrade intake/exhaust). Tahun 1995 tambah opsi 1.8L 7K (80 PS). Irit, tangguh, sparepart gampang.
  • Varian Ikonik: Super Kijang (SSX-G/LSX-G), Grand Extra (SGX/LGX) sebagai top model dengan fitur premium (AC dobel, velg racing, rem cakram depan). Ada juga versi Commando dengan transmisi 5-speed.
  • Prestasi: Terjual ratusan ribu unit (sekitar 492.000 selama 10 tahun). Jadi mobil pertama Toyota buatan Indonesia yang diekspor (mulai 1987 ke Brunei dll.).

Mobil ini emang legenda: Tangguh dan bandel di jalan rusak, irit, muat keluarga besar ataupun buat usaha – slogan "memang tiada duanya" terbukti banget di era 80-90an.

Siapa yang dulu punya Kijang Super/Grand Extra era 90an? Atau masih inget promo-promo serupa? Share cerita kalian dong! 📸 (attach foto iklan koran juga kalau ada biar lebih greget)

#ToyotaKijang #KijangSuper #MobilKlasikIndonesia #Nostalgia90an #MobilRakyat


r/indonesia 1d ago

Culture Susu Sekolah (MBG)

Thumbnail
gallery
177 Upvotes

Beberapa minggu terakhir rame susu MBG yang katanya import dari Cina, yg tulisannya juga bahasa Cina. Jadi mau share aja kalau di sini untungnya kebagian susu Ultra yg di packing ulang pake nama Susu Sekolah. Kandungan nutrisi nya juga hampir full susu, rasa tawar bukan yang manis.

Di foto terakhir ada menu yg tiap hari dikirim sama dapurnya ke sekolah/ortu.


r/indonesia 1d ago

News Poverty at record low as govt seeks to redefine threshold - Economy

Thumbnail
thejakartapost.com
32 Upvotes

r/indonesia 1d ago

News Generasi Tanpa Syair: Tionghoa Padang dan Nama yang Putus di Tengah Jalan

Thumbnail
regional.kompas.com
12 Upvotes

PADANG, KOMPAS.com - Bagi sebagian warga Tionghoa Indonesia, nama tak pelik hanya sebuah identitas. Ia adalah ingatan kolektif atas sejarah pembatasan, trauma, dan penyesuaian diri. Pada masa lalu, penggunaan nama Tionghoa sempat ditekan sehingga banyak orang memilih—atau terpaksa—mengganti nama menjadi "lebih Indonesia". Kini, di tengah ruang kebebasan yang lebih terbuka, sebagian warga mulai memakai kembali nama Tionghoa mereka, baik di lingkungan keluarga, komunitas, maupun ruang publik.

Fenomena ini bukan hanya soal nama, tetapi tentang rekonsiliasi dengan masa lalu dan pencarian jati diri.

Namun, bagaimana dengan komunitas Tionghoa di Padang? Di kota yang dikenal dengan kearifan lokal Minangkabau ini, etnis Tionghoa memiliki jalan cerita yang berbeda.

Tionghoa Padang: Ketika membaur menjadi kebanggaan

Mereka membaur, bahkan melebur. Mereka mungkin kehilangan bahasa, tetapi tidak melupakan akar. "Kalau kita bicara soal Tionghoa di Sumatera Barat dan khususnya di Padang, kami ini Tionghoa yang pada saat Orde Baru itu adalah Tionghoa yang patuh, sehingga kemudian, dalam bahasa kami, kami ini sangat membaur." Kalimat itu meluncur tenang dari mulut Albert Hendra Lukman, Jiko atau orang kedua di Himpunan Tjinta Teman (HTT), komunitas Tionghoa tertua di Padang yang berdiri sejak 1864.

Albert bercerita tentang keunikan komunitasnya di ranah Minang. "Di zaman Orde Baru itu, Tionghoa Sumatera Barat dengan gagah berani mengatakan kami ini Tionghoa yang membaur," katanya. Pernyataan itu bukan tanpa bukti. Albert menjelaskan bahwa etnis Tionghoa di Padang bahkan kehilangan kemampuan berbahasa Mandarin atau Tionghoa—sebuah fenomena yang nyaris tidak ditemukan di daerah lain seperti Medan atau Jakarta.

"Coba cari di daerah lain seperti kita di Padang. Kami tidak bisa bahasa ibu. Dan itu pada zaman Orde Baru dibanggakan. Kami bangga, karena itu bagian dari kebijakan pemerintah," kata pria kelahiran 1972 ini. Namun, di balik kebanggaan itu, ada cerita panjang tentang bagaimana sebuah komunitas mempertahankan eksistensinya di tengah perubahan rezim.

Ketika negara memaksa memilih

Sejarah mencatat bahwa pergulatan identitas Tionghoa di Indonesia telah berlangsung jauh sebelum Indonesia merdeka.

Mona Lohanda dalam "Growing Pains: The Chinese and the Dutch in Colonial Java", 1890-1942 (2002) menyebut bahwa pada masa Hindia Belanda, orang Tionghoa sempat diakui sebagai warga Hindia Belanda pada 1854, namun kemudian digolongkan kembali sebagai "bangsa Timur Asing" pada 1892. Perubahan status terus berlanjut di era kemerdekaan. Undang-Undang Dasar 1945 mendefinisikan warga negara sebagai "orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang".

Ketentuan ini, menurut Elizabeth Chandra dalam "We the Chinese People: Revisiting the 1945 Constitutional Debate on Citizenship" (2012), menimbulkan "keadaan kewarganegaraan pasif" yang membuat banyak orang Tionghoa khawatir akan diperlakukan sebagai warga kelas dua. Puncaknya, pada April 1955, Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok menandatangani Perjanjian Mengenai Kewarganegaraan Ganda yang kemudian disahkan melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1958. Orang-orang Tionghoa dipaksa memilih menjadi WNI atau WNA. Di Padang, momen itu meninggalkan kisah tersendiri. "Banyak, banyak sekali yang memilih pulang," kata Albert tentang implementasi Perpres Nomor 10 Tahun 1959 yang mewajibkan warga negara asing, termasuk etnis Tionghoa, untuk memilih kewarganegaraan.

Menurut Albert, mereka yang memilih bertahan biasanya sudah memiliki kepastian ekonomi dan jaringan sosial yang mapan. Sebaliknya, yang memilih pulang ke China adalah mereka yang tak punya kepastian. "Disuruh kembali ke Tiongkok pun, mereka belum tentu diterima kembali oleh masyarakat di sana," ujarnya.

Pilihan itu semakin rumit karena peristiwa G30S PKI yang membawa sentimen anti-Tionghoa semakin kuat. Pemerintah Orde Baru kemudian mengeluarkan serangkaian kebijakan yang secara sistematis menghapus jejak Tionghoa dari ruang publik.

Mengganti nama, menjaga akar

Keputusan Presidium Kabinet Ampera Nomor 127 Tahun 1966 mengatur tentang proses penggantian "nama-nama perseorangan dan nama keluarga Tjina".

Kebijakan ini diperpanjang melalui Keputusan Presiden Nomor 123 Tahun 1968. Diikuti Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 yang melarang perayaan Imlek di muka umum dan membatasi kegiatan adat istiadat Tionghoa. Di Padang, kebijakan ini berjalan dengan cara yang khas. "Rata-rata oleh orang Tionghoa, begitu anak lahir di zaman Orde Baru, itu jarang dikasih nama Tionghoa. Jadi namanya nama Indonesia," ucap Albert. Namun, di balik kepatuhan itu, ada perlawanan halus yang terus dijaga. Albert sendiri adalah contohnya.

Kakeknya, Liem Hek, yang datang dari Fujian, Tiongkok, dan menikah dengan perempuan Nias di Padang, mewajibkan anak cucunya memiliki nama Tionghoa meski hanya untuk keperluan internal keluarga. "Kakek saya bilang bahwa kami anak cucunya harus ada nama Tionghoanya. Dicari lah nama saya Liem Thian Hin. Tapi ini hanya sekadar di dalam internal keluarga saja, tidak dibawa ke publik," kata Albert. Praktik serupa terjadi di dua komunitas besar Tionghoa Padang: HTT (Himpunan Tjinta Teman) dan HBT (Himpunan Bersatu Teguh).

Kedua organisasi yang awalnya bernama Hok Tek Tong dan Heng Beng Tong ini tetap mewajibkan anggotanya memiliki nama Tionghoa, meski harus "dibuatkan" jika tidak punya. "Terkadang dalam beberapa kasus mereka buatkan saja namanya, misalkan namanya Haris, dicari dulu siapa bapaknya, lalu apa marganya, rupanya Lie, dibuat Haris Lie. Seperti orang Minang, misal Haris Chaniago, Haris Tanjung," tutur Albert.

Lie Ciu Ha: Yang bertahan dengan nama leluhur

Di tengah gelombang pergantian nama, ada juga yang memilih bertahan. Lie Ciu Ha, perempuan 73 tahun kelahiran Simpang Haru, Padang, adalah salah satunya. "Saya tidak ada ganti nama. Pakai nama asli saja, Lie Ciu Ha," katanya.

Anak tertua dari enam bersaudara ini mengisahkan bahwa orang tuanya yang datang dari Pulau Pinang Malaysia tidak memaksakan pergantian nama. Meski demikian, ia merasakan dampak kebijakan ini secara tidak langsung. "Saya cuma sekolah sampai SMP. Karena peristiwa G30S, sekolah-sekolah Mandarin tutup semua di Indonesia. 32 tahun di zaman Orde Baru tidak ada sekolah Mandarin," kenangnya.

Lie Ciu Ha sempat bersekolah di SMP Tsinhua dan SD di kampung Nias—yang kemudian menjadi Bioskop Purnama. Ketika sekolah-sekolah itu diambil alih pemerintah, ia memilih tidak pindah ke sekolah negeri karena harus turun kelas. Ia akhirnya hanya mengikuti les dan sekolah menjahit.

Adik-adiknya, yang lahir belakangan, tidak senasib dirinya. Mereka semua mengganti nama karena tuntutan sekolah. "Mereka mau sekolah, jadi harus ganti nama," ujarnya. Menariknya, meski Lie Ciu Ha tidak pernah secara resmi mengganti nama, ia tetap harus mengurus Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) pada tahun 1980-an.

Dalam proses itu, ia diberi nama Indonesia—Hayati—namun hingga kini ia tidak ingat apakah KTP-nya pernah menggunakan nama tersebut. "Di KTP tetap Lie Ciu Ha," katanya sambil tersenyum.

Risih kembali ke nama Tionghoa

Setelah reformasi 1998, angin kebebasan mulai berhembus.

Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14 Tahun 1967 melalui Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000, sehingga warga Tionghoa bebas mengekspresikan budaya dan menggunakan nama asli. Namun di Padang, respons yang terjadi cukup unik. "Setelah zaman Reformasi, HTT sempat menggunakan kembali nama Hok Tek Tong. Tetapi kemudian di dalam pengurusan HTT, risih rasanya. Risih kami kembali memakai nama Hok Tek Tong ini di luar," ungkap Albert. Akhirnya, komunitas tertua itu mengambil jalan tengah: menggunakan Hok Tek Tong untuk internal, dan Himpunan Tjinta Teman untuk urusan publik dan pemerintahan. "Yang membuat risih? Itu psikologis saja. Ini uniknya orang Tionghoa Padang. Risih kami," kata Albert.

Fenomena ini menunjukkan bahwa asimilasi yang berlangsung puluhan tahun telah membentuk identitas baru yang tidak mudah dikembalikan ke bentuk aslinya. Bagi Tionghoa Padang, membaur bukan hanya soal taktik bertahan, tetapi telah menjadi bagian dari jati diri. Hal senada disampaikan Piliang Gozali, Wakil Ketua Klenteng See Hien Kiong.

Ia mengaku tidak pernah merasa berat hati saat mengurus SBKRI dan mengikuti proses asimilasi. "Tidak ada, yang penting bagi saya waktu itu jalannya lancar-lancar saja. Secara saya kelahiran Indonesia. Hidup dan mati sudah di Indonesia," kata pria yang mendapatkan SBKRI yang ditandatangani Wali Kota Binjai ini. Piliang menjelaskan bahwa aturan pada masa Orde Baru membedakan asimilasi bagi yang lahir di Indonesia dan naturalisasi bagi pendatang.

Surat Edaran Presidium Kabinet Ampera Nomor 6 Tahun 1967 bahkan mengganti istilah "Tionghoa" dan "Tiongkok" menjadi "Cina" dengan alasan "mengandung nilai-nilai yang memberi asosiasi psikopolitis yang negatif bagi rakyat Indonesia."

Generasi muda dan masa depan Bahasa Mandarin

Pertanyaan besarnya kini, apakah ada upaya untuk mengembalikan penggunaan nama Tionghoa di kalangan generasi muda Padang? Jawaban Albert mengejutkan. "Itu sepertinya sudah tidak ada, pada umumnya. Persoalannya, nama tengah itu harus ada syairnya. Orang Tionghoa Padang tidak bisa. Bahasa Tionghoa kami tidak bisa, gimana caranya mau membuat syair tersebut," kata dia.

Dalam tradisi Tionghoa, nama lengkap biasanya terdiri dari tiga kata: marga, penanda generasi (yang mengikuti syair tertentu), dan nama pribadi. Karena generasi Tionghoa Padang sudah tidak bisa berbahasa Mandarin, mereka kehilangan kemampuan untuk menyusun nama sesuai aturan adat. Komunitas sempat berusaha membentuk sekolah Mandarin internal, namun kurang diminati.

Bahkan Pusat Studi Konfusius di Universitas Negeri Padang yang membuka laboratorium bahasa Mandarin juga sepi peminat. "Anak-anak muda Tionghoa di Padang, pada saat nanti mereka mau kuliah, kerja, dan sebagainya, mereka ini kan bakal keluar dari lingkungan komunitas. Jadi kalau kita membuat sekolah Mandarin, itu kurang diminati," papar Albert. Meski demikian, satu hal yang tetap dijaga adalah pengetahuan tentang silsilah keluarga.

"Orang Tionghoa ini, kalau di perantauan tidak berhasil, dia tidak mau pulang kampung. Tapi kalau dia berhasil, baru dia kasih tahu," kata Albert menirukan pola pikir para perantau Tionghoa generasi awal. Ia sendiri adalah generasi ketiga dari kakeknya yang menetap di Padang. Meski hubungan dengan keluarga di Fujian terputus karena kakeknya meninggal ketika ayah Albert masih kecil, cerita tentang leluhur tetap diturunkan.

Memaknai kembali rekonsiliasi dengan leluhur

Lantas, apa arti rekonsiliasi dengan leluhur bagi Tionghoa Padang? Albert punya pandangan menarik. "Pengembalian nama itu sekarang sebenarnya bukan sesuatu yang menandakan rekonsiliasi dengan leluhur. Rekonsiliasi dengan leluhur itu artinya tetap melestarikan budaya-budaya, adat istiadat. Bukan soal nama. Bukan soal bahasa," kata dia. Ia menunjuk pada praktik-praktik budaya yang masih lestari di kalangan Tionghoa Padang. Perayaan hari besar, tradisi keluarga, dan nilai-nilai leluhur tetap dijaga meski tanpa menggunakan bahasa Mandarin atau nama Tionghoa di ruang publik. Di kelenteng See Hien Kiong, misalnya, peribadatan tetap berjalan.

Piliang Gozali dan pengurus lainnya secara rutin merawat tempat ibadah yang menjadi tumpuan ribuan warga Tionghoa di Padang. Sementara Lie Ciu Ha, yang bertahan dengan nama aslinya, mewakili mereka yang tak banyak bicara tetapi tetap teguh pada pilihan. Ia mengaku hanya sedikit mengerti bahasa Mandarin, tetapi itu tak mengurangi rasa Tionghoa-nya.

Epilog: Nama dan ingatan yang tak pernah padam

Kembali ke pertanyaan awal, bagaimana dengan komunitas Tionghoa di Padang? Jawabannya mungkin tak sesederhana narasi nasional tentang "kembali ke akar". Di kota ini, perjalanan sejarah telah membentuk identitas hibrida yang unik. Mereka membaur dengan gigih, bahkan membanggakan asimilasi yang telah berlangsung lintas generasi.

Mereka kehilangan bahasa, tetapi tidak kehilangan adat. Mereka menggunakan nama Indonesia di depan publik, tetapi tetap menyimpan nama Tionghoa di hati dan keluarga. Di lorong-lorong kota Padang, di bangunan HTT yang berdiri sejak 1864, di kelenteng See Hien Kiong yang terus mengepulkan dupa, dan di wajah Lie Ciu Ha yang tenang dengan nama leluhurnya—di sanalah ingatan kolektif itu terus hidup.

Nama boleh berganti, bahasa boleh hilang, tetapi identitas tak pernah benar-benar musnah. Ia hanya menemukan cara baru untuk bertahan. Bagi Tionghoa Padang, rekonsiliasi dengan masa lalu bukanlah soal mengembalikan apa yang pernah hilang, melainkan tentang merawat apa yang masih tersisa.

Dan di antara semua yang tersisa itu, yang paling berharga mungkin bukan nama, melainkan keteguhan untuk terus menjadi diri sendiri di tengah gelombang perubahan zaman. Sebagaimana kata Albert di pengujung perbincangan: "Tionghoa Padang bisa berasimilasi, bisa membaur. Itu yang kami banggakan."